Dinas Kominfo Papua Terima Mahasiswa Magang UM Papua, Dorong Implementasi Kompetensi di Dunia Kerja
JAYAPURA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Papua menerima enam mahasiswa magang Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Papua (UM Papua) di Ruang Kepala Dinas Kominfo Provinsi Papua, Kamis (16/07/2026).
Program magang tersebut merupakan bagian dari implementasi pembelajaran lapangan bagi mahasiswa semester VII Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Papua. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam dunia kerja, khususnya di bidang komunikasi publik, hubungan masyarakat, jurnalistik, dan media digital.
Pada kegiatan penerimaan, mahasiswa diperkenalkan dengan struktur organisasi Diskominfo Provinsi Papua, khususnya Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik (PKP) dan Bidang Informasi Publik. Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik membawahi media, kemitraan, kelembagaan, dan komunikasi politik, sedangkan Bidang Informasi Publik terdiri atas Seksi Statistik, Seksi Opini Publik, dan Seksi Layanan Informasi Publik yang berfokus pada penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa menjelaskan kompetensi yang dipelajari selama perkuliahan. Mahasiswa konsentrasi Public Relations menyampaikan bahwa mereka dibekali kemampuan menulis press release, meliput dan menulis berita, membuat desain grafis, serta memproduksi konten digital. Sementara itu, mahasiswa konsentrasi broadcasting berfokus pada produksi konten multimedia, sedangkan konsentrasi jurnalistik mempelajari teori dan praktik penulisan berita.
Mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan kompetensi tersebut selama menjalani program magang. Kepala Diskominfo Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto, mengatakan mahasiswa yang praktik diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.
"Saya berharap teman-teman yang praktik di sini minimal bisa mengimplementasikan apa yang diajarkan di kampus," ujar Jeri.
Mahasiswa juga didorong memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di Diskominfo Papua, seperti studio podcast, dokumentasi kegiatan pemerintah, serta kanal media sosial resmi Pemerintah Provinsi Papua sebagai sarana menghasilkan berbagai karya komunikasi.
"Bagus kalau bisa membuat press release, membuat konten, desain, dan sebagainya. Karena kalian bisa produksi di sini," kata Jeri.
Selain menjadi media pembelajaran, karya yang dihasilkan mahasiswa diharapkan dapat membantu Diskominfo Papua dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui berbagai platform komunikasi pemerintah.
Jeri juga mengingatkan mahasiswa agar tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalistik dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses penulisan berita.
"Kalau kita menggunakan platform AI sebagai jurnalis, data yang didapatkan harus terkonfirmasi. Jangan menggunakan AI, tetapi datanya tidak terkonfirmasi," tegas Jeri.
Di akhir pengarahan, mahasiswa diajak memanfaatkan masa magang sebagai kesempatan meningkatkan kapasitas diri dan membangun portofolio melalui karya-karya yang dipublikasikan pada kanal resmi Pemerintah Provinsi Papua.
"Gunakan kesempatan ini untuk belajar. Kalau bisa, satu minggu ada satu produk yang dihasilkan," ujar Jeri.
Selama menjalani magang, mahasiswa diharapkan aktif mengikuti berbagai kegiatan pemerintah, mulai dari peliputan, penulisan berita, produksi konten media sosial, desain grafis, hingga produksi video. ***