• Dipublish Oleh: Administrator
  • Dipublish Pada: July 10, 2026
  • 55 x dilihat.

Dinas Kominfo Papua dan Telkomsel Perkuat Langkah Teknis Perluasan Cakupan Sinyal serta Pengembangan Layanan Publik Digital

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar pertemuan teknis bersama Telkomsel sebagai tindak lanjut atas audiensi jajaran Manajemen Telkomsel Pusat dengan Wakil Gubernur Papua Pertemuan ini difokuskan pada identifikasi wilayah yang belum terjangkau layanan telekomunikasi, percepatan perluasan cakupan sinyal, serta penjajakan pemanfaatan platform digital untuk mendukung layanan publik. (9/7)

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto didampingi pejabat teknis, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua mendukung penuh langkah Telkomsel dalam mempercepat pemerataan layanan telekomunikasi di seluruh kabupaten dan kota di Papua.

Menurutnya, selama periode 2024–2025 Pemerintah Provinsi Papua telah menghadirkan konektivitas di sekitar 350 lokasi minim sinyal melalui penyediaan fasilitas VSAT Starlink. Namun, mulai pertengahan tahun 2026, akibat keterbatasan fiskal daerah, pembiayaan layanan bandwidth tidak lagi dapat ditanggung pemerintah provinsi dan selanjutnya diserahkan kepada pemerintah kabupaten/kota maupun penerima manfaat.

"Fasilitas VSAT Starlink yang telah tersedia dapat menjadi salah satu alternatif backbone bagi Telkomsel untuk mendukung pelayanan telekomunikasi di lokasi-lokasi yang belum terjangkau jaringan konvensional, tentunya dengan memperhatikan aspek kelayakan teknis maupun administrasi," ujar Jeri.

Ia juga menjelaskan bahwa Dinas Kominfo Provinsi Papua akan menyiapkan surat Gubernur Papua kepada seluruh bupati guna melakukan validasi terhadap wilayah-wilayah yang hingga kini belum memperoleh layanan telekomunikasi. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan langkah percepatan pembangunan jaringan secara lebih tepat sasaran.

Selain penguatan infrastruktur, Pemprov Papua juga mendorong kolaborasi dalam pengembangan transformasi digital melalui penyediaan platform chatbot untuk mendukung berbagai layanan pemerintahan dan sektor lainnya. Platform tersebut diharapkan dapat terintegrasi dengan ekosistem digital dan media sosial sehingga informasi resmi pemerintah dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas serta memperkuat citra positif Papua.

Sementara itu, Manager Network & Productivity Telkomsel Jayapura, Syaidul Fitri, menjelaskan bahwa validasi data bersama pemerintah daerah menjadi langkah penting dalam meningkatkan cakupan (coverage) dan kapasitas layanan telekomunikasi di Papua. Menurutnya, berdasarkan analisis data jaringan Telkomsel, dari ribuan kampung yang ada di Papua, baru sekitar 442 kampung yang teridentifikasi memiliki populasi pengguna secara signifikan dalam sistem analitik telekomunikasi. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pemutakhiran data lapangan agar kebutuhan masyarakat dapat dipetakan secara lebih akurat.

"Kami memandang validasi bersama pemerintah daerah sangat penting agar solusi yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan. Untuk wilayah yang memungkinkan, Pengembangan jaringan dapat dilakukan melalui pembangunan BTS reguler maupun BTS Femto yang memanfaatkan konektivitas VSAT Starlink yang telah tersedia, tentu dengan mempertimbangkan aspek teknis dan administrasi," jelasnya.

Terkait pengembangan platform layanan publik, Telkomsel menilai peluang implementasinya sangat besar mengingat sekitar 95 persen pengguna layanan seluler di Papua merupakan pelanggan Telkomsel. Dengan pendekatan berbasis segmentasi pelanggan, informasi resmi pemerintah dapat disampaikan secara lebih tepat sasaran melalui chatbot yang dilengkapi berbagai fitur layanan publik. Kedepan, platform tersebut juga berpotensi terintegrasi dengan media sosial pengguna sehingga memperluas jangkauan informasi pemerintah sekaligus mendukung penyebaran narasi positif mengenai Papua di ruang digital.

Melalui sinergi ini, Pemerintah Provinsi Papua dan Telkomsel berkomitmen memperkuat pemerataan konektivitas digital sekaligus menghadirkan layanan publik yang semakin mudah diakses masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan transformasi digital menuju Papua Cerah. ***